Ikhtiar keilmuan untuk mengurangi emisi gas rumah kaca terus dilakukan. Kali ini caranya dilakukan dengan mengolah limbah kelapa sawit menjadi sumber energi terbarukan berbentuk biogas.
Selengkapnya..
Selasa, 15 Desember 2015
Minggu, 07 Desember 2014
Kunjungan Industri ke PT Madubaru dan PLTH Bayu Baru Bantul Yogyakarta
Posted by
himmateta
at
22.02
Jurusan Teknik Pertanian pada hari Kamis, 6 November
2014 mengadakan Kunjungan Industri yang wajib
diikuti oleh Mahasiswa Teknik Pertanian angkatan 2013 dan SMIP 2012 serta Co
Ass Praktikum Kualitas Air. Kunjungan Industri ini merupakan lanjutan dari mata
kuliah Kualitas dan Pengolahan Air (TP 2013 ) dan tugas mata Kuliah Energi
Alternatif (SMIP 2012). Rombongan berangkat dari
kampus dengan 3 bus dan 1 mobil dosen pukul 08.00 WIB. Tujuan Kunjungan
Industri yang pertama adalah PT Madubaru yang ditempuh sekitar 45 menit
perjalanan dari kampus.
Sampai di
lokasi pabrik kami langsung menuju aula kantor PT Madubaru untuk mendapatkan
penjelasan tentang sejarah dan proses pengolahan tebu menjadi gula dan spritus
oleh pihak pabrik. Sebelum penjelasan dari pabrik, Ibu Ir. Nuraeni Dwi D. MP
selaku ketua jurusan yang ikut dalam Kunjungan Industri memberikan sambutan
kepada pihak pabrik. Kemudian barulah dari pihak pabrik memberikan sambutan
dilanjutkan penjelasan mengenai pabrik dan penayangkan video proses pengolahan
tebu di PT Madubaru.
PT Madubaru
atau sering dikenal dengan Pabrik Gula (PG) dan Pabrik Spritus (PS) Madukismo
terletak di kelurahan Tirtonimolo, Kecamatan Kasihan, Kabupaten Bantul. Pabrik
ini dibangun tahun 1955 atas prakarsa Sri Sultan Hamengkubuwono IX dan
diresmikan pada tanggal 29 Mei 1958 oleh presiden Ir. Soekarno.
Banyak para petani terlibat proses penanaman, pemeliharaan, panen
dan pabrik sendiri akan banyak menyerap tenaga kerja terutama pada saat musim
giling. Perjalanan Wisata Agro Industri adalah melihat proses dari produksi
yang dilakukan Pabrik Gula Madukismo. Wisatawan dapat menaiki gerbong yang
ditarik lokomotif tua. Wisata ini biasanya dilaksanakan saat musim giling yaitu
bulan Mei – Oktober. Wisatawan dapat menyaksikan dari dekat proses produksi
gula secara langsung. Proses ini diawali dengan pemerahan nira untuk
mendapatkan sari gula kemudian pemurnian nira dengan cara sulfitasi, penguapan
nira, kristalisasi, puteran gula dan pengemasan gula. Setelah itu kami juga
melihat proses produksi spritus di Madukismo.
Tujuan
kunjungan industri berikutnya adalah PLTH Bayu Baru yang terletak di pantai
Baru Pandansimu Bantul. PLTH (Pembangkit Listrik Tenaga Hibrid) ini merupakan
realisasi dari Sistem Inovasi Daerah (SIDa) yang diprakarsai Kementrian Riset
dan Teknologi.
Secara Geografis, pesisir
pantai selatan Yogyakarta merupakan lahan terbuka yang luas, mtahari bersinar
sepanjang hari dan kecepatan angin rata-rata dengan intensitas 4m/s (LAPAN).
Kondisi
tersebut menjadikan satu kriteria pemilihan lokasi pengembangan Energi Hibrid
di pantai Baru Pandansimo, Dusun Ngentak, Poncosai, Srandakan, Bantul dengan
luas + 18 ha. Kondisi ini cukup layak dijadikan tempat pembangkit
listrik energi hibrid dengan turbin angin putaran rendah dan panel surya.
Kincir
angin dan panel surya saling mendukung dalam memasok energi listrik. Jika panas
terik dan kecepatan angin rendah, maka panel surya yang bertugas menyuplai
energi listrik dan kemudian menyimpannya dalam baterai/aki. Begitu halnya jika
cuaca hujan dan kecepatan anginnya kencang, maka kincir angin yang mengambil
alih sebagai penyuplai energi. Dari data teknis PLTH, diperoleh total
pembangkit energi listrik sebesar 88 kW dan total penyimpanan energi listrik
sebesar 4680 Ah.
Energi lisrtik yang
dihasilkan dari PLTH diharapkan bisa mendukung sektor pertanian, perikanan dan
sektor pariwisata yang saat ini sedang dikembangkan di pantai Baru Pandansimo.
Pemanfaatan PLTH selain penerangan juga digunakan untuk memompa air sebagai
pengairan di pertanian lahan pasir dan kolam budidaya ikan air tawar disekitar
lokasi PLTH.
Selain
itu juga terdapat Biogas dari kotoran sapi yang berfungsi sebagai pengganti gas
LPG. Hasil biogas digunakan oleh pemilik warung di pantai untuk memasak. Lokasi
biogas terletak di area kandang kelompok ternak sapi Pandan Mulyo yang terdiri
dari 110 kandang dengan jumlah ternak 150 ekor sapi. Proses pembuatan gas
menghasilkan limbah cair dan padat yang dimanfaatkan sebagi pupuk organik.
Tujuh Kebiasaan Manusia yang Sangat Efektif
Posted by
himmateta
at
21.55
Dalam
beberapa minggu yang lalu, mahasiswa dari Wilmar Engineer mengikuti kuliah umum
dari perusahaan yang menyempatkan waktunya untuk memberikan suntikan motivasi
bagi mahasiswa – mahasiswanya yang tengah menempuh kuliah di Instiper ini.
Salah satunya materi motivasi tentang bagaimana kita menghadapi dunia sosial
kita, baik saat kuliah maupun kerja nantinya. Ya, itulah 7 Habits yaitu tentang
kebiasaan manusia dalam menghadapi kehidupan sosial dalam kesehariaannya.
Terdapat
tujuh poin dari kebiasaan manusia yang harus di aplikasikan untuk menghadapi
kehidupan social yang baik dan benar. Dan kita akan membahasnya dalam
kesempatan ini. Sesuai dengan apa yang didapat mahasiswa Wilmar Engineer dalam
pembekalan yang mereka dapat dari perusahaan.
Tujuh
kebiasaan Manusia yg sangat efektif mencakup banyak prinsip dasar dari
efektivitas manusia. Kebiasaan-kebiasaan ini bersifat mendasar, merupakan hal
yg primer. Ketujuh kebiasaan ini menggambarkan internalisasi prinsip-prinsip
yang benar yang menjadi dasar kebahagiaan dan keberhasilan yang langgeng. Akan
tetapi sebelum kita dapat benar-benar mengerti Tujuh Kebiasaan ini, kita perlu
mengerti “ Paradigma “ kita sendiri dan bagaimana membuat suatu “ Perubahan Paradigma
“.
Baik
Etika Karakter maupun Etika Kepribadian adalah contoh-contoh dari paradigma
social. Kata paradigma berasal dari bahasa Yunani. Kata ini semula merupakan
istilah ilmiah, dan lebih lazim digunakan sekarang ini dengan arti Model, teori,
persepsi, asumsi atau kerangka acuan. Dalam pengertian yang lebih umum,paradigma
adalah cara kita “Melihat” Dunia-bukan berkaitan dengan pengertian
visual dari tindakan melihat, melainkan berkaitan dengan persepsi, mengerti, menafsirkan.
Untuk
tujuan kita,cara sederhana untuk mengerti paradigma adalah dengan memandangnya
sebagai peta. Kita semua tahu bahwa “ Peta bukanlah wilayah “. Peta
hanyalah penjelasan tentang aspek tertentu dan wilayah. Itulah persisnya apa
yang dimaksud dengan Paradigma. Paradigma adalah sebuah teori, penjelasan, atau
model untuk sesuatu.
Kita
masing-masing mempunyai banyak peta di dalam kepala kita yang dapat dibagi
menjadi dua kategori utama : Peta segala sesuatunya sebagaimana adanya atau
Realitas, dan Peta segala sesuatunya seperti seharusnya atau Nilai. Kita
menafsirkan semua yg kita alami melalui peta-peta mental ini. Kita jarang
mempertanyakan keakuratan peta-peta tersebut; kita biasanya bahkan tidak sadar
bahwa kita memiliki keduanya. Kita Cuma Mengamsumsikan bahwa cara kita
memandang segala sesuatu adalah segala sesuatu sebagaimana adanya atau
sebagaimana seharusnya. Dan kita bahas poin-poinnya dalam kesempatan ini.
Kemenangan Pribadi (Private victory)
1. Proaktif (Be Proactive: Principles of Personal Choice)
Kemenangan Pribadi (Private victory)
1. Proaktif (Be Proactive: Principles of Personal Choice)
Walaupun
kata Proaktivitas sekarang sudah lumayan lazim pada literature manajemen, ia
tidak akan anda temukan dalam kamus. Kata ini lebih daripada hanya sekedar
mengambil inisiatif. Kata ini berarti bahwa sebagai manusia, kita bertanggung
jawab atas hidup kita sendiri. Perilaku kita adalah fungsi dari keputusan
kita,bukan kondisi kita. Kita mempunyai inisiatif dan tanggung jawab untuk membuat
segala sesuatunya terjadi.
Lihatlah
kata Responsibility (Tanggung Jawab)-“Response-Ability- kemampuan untuk memilih
respons anda. Orang yang sangat Proaktif mengenali tanggung jawab itu. Mereka
tidak menyalahkan keadaan, kondisi atau pengkondisian untuk perilaku mereka.
Perilaku mereka adalah produk dari pilihan sadar mereka, berdasarkan nilai, dan
bukan produk dari kondisi mereka, berdasarkan perasaan.
2. Merujuk Pada Tujuan Akhir (Begin with the End in Mind: Principles of Personal Vision)
2. Merujuk Pada Tujuan Akhir (Begin with the End in Mind: Principles of Personal Vision)
Walaupun
kebiasaan 2 berlaku pada banyak keadaan dan tingkat kehidupan yg berbeda,
sebagian besar aplikasi dasar dari “ Merujuk Pada Tujuan Akhir” adalah untuk
memulai hari ini dengan bayangan, gambaran, atau paradigma akhir kehidupan anda
sebagai kerangka acuan atau kriteria yang menjadi dasar untuk menguji segala
sesuatu. Tiap bagian dari kehidupan anda, perilaku hari ini, perilaku esok,
perilaku minggu depan, perilaku bulan depan-dapat diuji dalam konteks keseluruhan,
dari apa yg benar-benar paling penting bagi anda. Dengan mengusahakan titik
akhir tersebut tetap jelas dalam pikiran, anda dapat memastikan bahwa apa pun
yang anda kerjakan pada hari tertentu tidak melanggar criteria yang sudah anda
definisikan sebagai yang paling penting, dan bahwa tiap hari dari kehidupan
anda menunjang visi yang anda miliki tentang seluruh hidup anda dengan cara
yang berarti.
Merujuk
pada tujuan akhir berarti memulai dengan pengertian yang jelas tentang tujuan
anda. Hal ini berarti mengetahui kemana anda akan pergi sehingga anda sebaiknya
mengerti dimana anda berada sekarang dan dengan begitu anda tahu bahwa
langkah-langkah yang anda ambil selalu berada pada arah yang benar.
3. Dahulukan Yang Utama (Put First Things First: Principles of Integrity & Execution)
3. Dahulukan Yang Utama (Put First Things First: Principles of Integrity & Execution)
Kebiasaan
3 adalah ciptaan kedua, ciptaan fisik. Kebiasaan ini adalah pemenuhan, aktualisasi,
kemunculan wajar dari kebiasaan 1 dan 2. Ia merupakan latihan kehendak bebas
yang berpusat pada prinsip. Ia merupakan pelaksanaan hari demi hari, saat demi
saat.
Kebiasaan
1 dan 2 mutlak penting dan merupakan prasyarat untuk kebiasaan 3. Anda tidak
dapat berpusat pada prinsip tanpa lebih dulu sadar dan mengembangkan sifat
proaktif anda. Anda tidak dapat berpusat pada prinsip tanpa dahulu sadar
tentang paradigma anda dan mengerti bagaimana mengubah paradigma tersebut dan
menyelaraskannya dengan prinsip. Anda tidak dapat menjadi berpusat pada prinsip
tanpa visi dan focus pada kontribusi unik yang bias anda lakukan.
Namun
dengan fondasi itu, anda dapat berpusat pada prinsip, hari deni hari, saat demi
saat, dengan menjalani kebiasaan 3-dengan mempraktekkan menajemen diri yang
efektif. Ingatlah menajemen jelas berbeda dari kepemimpinan. Kepemimpinan
merupakan aktivitas otak kanan yang tinggi. Kepemimpinan lebih merupakan seni,
didasari oleh suatu filosofi tertentu. Anda harus mengajukan pertanyaan
tertinggi tentang hidup ini sewaktu anda berurusan dengan masalah kepemimpinan
pribadi.
Akan
tetapi segera sesudah anda berurusan dengan persoalan tersebut, segera sesudah
anda memecahkannya, anda pun harus mengatur diri anda secara efektif untuk
menciptakan suatu kehidupan yang sesuai dengan jawaban anda. Kemampuan untuk
mengatur dengan baik tidak punya arti apapun jika anda bahkan tidak berada dalam
“hutan yang benar”. Dan hal ini sangat menentukan. Sebenarnya, kemampuan untuk
mengatur dengan baik menentukan kualitas dan bahkan keberadaan ciptaan kedua.
Manjemen adalah penguraian,analisa,peruntutan,aplikasi spesifik,aspek otak kiri
yang terikat waktu dari pengaturan diri yang efektif. Peribahasa saya sendiri
tentang efektivitas pribadi adalah sebagai berikut : Manajemenkan dari kiri;
pimpinlah dari kanan.
Kemenangan Publik (Public Victory)
4. Berpikir Menang/Menang (Think Win/Win: Principles of Mutual Benefit)
Kemenangan Publik (Public Victory)
4. Berpikir Menang/Menang (Think Win/Win: Principles of Mutual Benefit)
Menang/Menang
adalah kerangka pikiran dan hati yang terus menerus mencari keuntungan bersama
dalam semua interaksi manusia. Menang/Menang berarti bahwa kesepakatan atau
solusi memberikan keuntungan dan kepuasan yang timbal balik. Dengan solusi
Menang/Menang, semua pihak merasa senang dengan keputusannya dan merasa terikat
dengan rencana tindakannya. Menang/Menang melihat kehidupan sebagai arena yang
koperatif, bukan kompetitif. Kebanyakan orang cenderung berpikir secara
dikotomi: kuat atau lemah, keras atau lunak, menang atau kalah. Akan tetapi
cara berpikir seperti ini pada dasarnya cacat.Cara berpikir ini didasarkan pada
kekuasaan dan posisi dan bukan pada prinsip. Menang/Menang didasarkan pada
paradigma bahwa ada banyak untuk setiap orang, bahwa keberhasilan satu orang
tidak dicapai dengan mengorbankan atau menyingkirkan keberhasilan orang lain.
Menang/Menang
adalah kepercayaan akan alternative ketiga. Ia bukan jalan anda atau jalan
saya; ia adalah jalan yang lebih baik,jalan yang lebih tinggi.
5. Berusaha Mengerti Terlebih Dahulu, Baru Dimengerti (Seek First to Understand, Then to be Understood: Principles of Mutual Understanding)
5. Berusaha Mengerti Terlebih Dahulu, Baru Dimengerti (Seek First to Understand, Then to be Understood: Principles of Mutual Understanding)
Berusaha
Mengerti Terlebih Dahulu memerlukan perubahan paradigma yang sangat mendalam.
Kita biasanya berusaha lebih dahulu untuk di mengerti. Kebanyakan orang tidak
mendengar dengan maksud untuk mengerti; mereka mendengar dengan maksud untuk
menjawab. Mereka entah berbicara atau berniat untuk berbicara. Mereka menyaring
segalanya melalui peradigma mereka sendiri,membacakan autobiografi mereka ke
dalam kehidupan orang lain.
6. Wujudkan Sinergi (Synergize: Principles of Creative Cooperation)
Jika
dimengerti dengan benar, sinergi adalah aktifitas tertinggi dalam semua
kehidupan-Ujian dan manifestasi sebenarnya dari semua kebiasaan lain
digabungkan menjadi satu. Bentuk-bentuk tertinggi dari sinergi memfokuskan
empat anugerah manusia yang unik , motif Menang/menang, dan keterampilan
komunikasi empatik pada tantangan terbesar yang kita hadapi dalam
hidup.Hasilnya nyaris merupakan mukjizat.Kita menciptakan alternative
baru-sesuatu yang tidak ada disana sebelumnya.
Sinergi
adalah intisari dari kepemimpinan yang berpusat pada prinsip. Sinergi adalah
intisari dari keorangtuaan yang berpusat pada prinsip. Sinergi berfungsi sebagai
katalisator, menyatukan dan melepaskan kekuatan terbesar dalam diri manusia.
Semua kebiasaan yang sudah kita bahas menyiapkan kita untuk menciptakan
mukjizat sinergi
Apakah
sinergi? didefinisikan secara sederhana, sinergi berarti keseluruhannya lebih besar
daripada jumlah bagian-bagiannya. Ia berarti hubungan antar bagian dimana
bagian-bagian itu merupakan bagian di dalam dan dari hubungan itu sendiri.
Sinergi bukan merupakan suatu bagian belaka, melainkan bagian yang paling
bersifat katalisator, paling memberdaya, paling menyatukan dan paling
menyenangkan.
Pembaruan
7. Asahlah Gergaji (Sharpen the Saw: Principles of Balanced Self-Renewal)
Kebiasaaan
7 adalah meluangkan waktu untuk mengasah gergaji. Kebiasaan ini melingkupi
kebiasaan-kebiasaan lain pada paradigma Tujuh kebiasaan karena ia adalah
kebiasaan yang menjadikan semua kebiasaan lain mungkin. Asahlah dimensi
fisik,dimensi spiritual,dimensi mental dan dimensi social/emosional anda.
Tags :
info
Sabtu, 29 November 2014
10 Tips Melaksanakan Praktek Kerja Lapangan (PKL)
Posted by
himmateta
at
14.45

Praktek Kerja Lapangan (PKL) khususnya di
Sekolah Menengah Kejuruan ataupun universitas, selain sebagai mata pelajaran/ kuliah wajib yang harus dipenuhi oleh mahasiswa/pelajar juga sebagai tempat untuk mengenal dunia kerja yang sebenarnya (terutama prodi non-pendidikan) dan yang lebih penting adalah sebagai tempat belajar, mencari ilmu dan pengalaman. Disinilah kita dapat melihat penerapan real dari teori-teori yang telah kita dapatkan sebelumnya. Sekedar sharing bagi para mahasiswa yang ingin mengadakan PKL, berikut ini adalah 10 tips sukses menghadapi PKL yang merupakan opini dari hasil pengamatan penulis sendiri.
1. Menentukan Target.
Sebaiknya Anda menentukan target apa yang ingin Anda kuasai (sesuai bidang/jurusan), pengalaman apa saja yang bisa Anda peroleh, berapa lama Anda akan mengikuti PKL, dan lain-lain. Pertimbangkan hal ini dengan baik, bila perlu mintalah petunjuk dari senior atau pembimbing anda.
2. Cari Informasi
Cari informasi dan pelajari perusahaan/instansi tempat anda akan mengadakan PKL. Ini akan memudahkan Anda untuk menyesuaikan dengan lingkungan dimana tempat Anda akan bekerja. Jangan sampai salah informasi. Informasi bisa di dapat dari Media online dan dari lain-lain.
3. Belajar Lagi
Pelajari kembali. Setidaknya buka kembali buku-buku mata kuliah/pelajaran yang berkaitan dengan bidang kajian tempat Anda akan mengadakan PKL. Sehingga nantinya anda akan lebih mudah menemukan kaitan antara teori dan keadaan di lapangan. Bila perlu, catatlah
pertanyaan-pertanyaan yang mungkin akan anda tanyakan.
4. Inisiatif
Berinisiatif. Jangan pernah berpikir bahwa orang lain akan dengan sukarela mengajari Anda. Upayakan untuk aktif bertanya dan mempelajari hal-hal yang masih baru bagi anda.
5. Membangun Relasi
Membangun jaringan.Kesempatan PKL juga dapat Anda pergunakan untuk menambah relasi dan berkenalan dengan orang-orang yang mungkin nantinya dapat membantu Anda. Oleh karena itu, usahakan bergaul dengan sebanyak mungkin orang. Ini memungkinkan agan bakal di tarik kerja
6. Find The Point
Temukan polanya. Apa yang Anda lakukan selama kegiatan PKL mungkin hanya secuil dari keseluruhan dinamika perusahaan/instansi tempat Anda bekerja. Jangan pernah puas dengan hal tersebut, tetapi berusahalah untuk memperoleh “gambaran besar”-nya. Kenali polanya dan budaya perusahaan tersebut. Mengenali pola perusahaan/instansi sangatlah penting, karena akan membantu anda dalam melaksanakan PKL ini.
7. Siapkan Mental
Jangan lupa persiapkan mental untuk PKL dan belajar, bukan untuk jalan-jalan terutama yang di PKL diluar kota, bukan berarti tidak boleh refreshing lho, yang penting niat utamanya PKL itu belajar. Agan harus siap mental banget, karena pasti nanti akan di omel-omelin sama pak bos.
8. Jaga Sikapmu
Jaga Sikap dan Perilaku. Ini juga hal penting karena berhubungan dengan nama baik almamater yang kita pakai, menjaga sikap dan perilaku di tempat PKL merupakan cerminan sikap seorang intelektual seperti : berpakaian rapi dan santun, sopan santun ketika masuk ke ruangan kerja, menyapa petugas dengan salam, bertanya disaat yang tepat, jangan bertanya disaat orang sedang sibuk, dan bertanyalah dengan pertanyaan selayaknya mahasiswa/pelajar, dan hindari bergerombol, mengobrol atau bercanda di ruangan kerja karena dapat mengganggu petugas yang sedang bekerja disekitar kita.
9. Berhubungan baik
Pelihara hubungan baik dengan unit kerja pendukung untuk laporan nanti, untuk menjaga sewaktu waktu kita memerlukan keterangan atau data pelengkap semisal dalam penyusunan skripsi atau laporan dan sebagainya.
10. Key Of Sucess
Jangan lupa berdoa agar kegiatan PKL anda bisa berjalan dengan lancar dan sukes. Inilah kunci keberhasilan kita, tanpa doa mungkin pekerjaan kita akan berat tapi dengan doa kita bisa meringankannya
Sumber : kaskus.co.id/thread/510ff078e574b40a5c000001/10-tips-sukses-menjalankan-pkl
Tags :
info





