Rabu, 05 November 2014
Senin, 13 Mei 2013
HASIL EVALUASI PEMBEKALAN (Quesioner) PRAKTEK KERJA LAPANGAN JURUSAN TEKNIK PERTANIAN Th 2013
Posted by
himmateta
at
14.41
Selama kegiatan pembekalan
Praktek Kerja Lapang tahun 2013 di jurusan Teknik Pertanian Instiper sangat
berbeda dari pembekalan tahun-tahun sebelumnya. Salah satu faktor pembeda yakni
pembicara atau pemateri dalam pembekalan tersebut dilakukan oleh Mahasiswa
Jurusan Teknik Pertanian yang sebelumnya telah melaksanakan Praktek Kerja
Lapang (PKL).
Setelah kegiatan tersebut
berakhir, Tim Gear Club yakni sebuah kelempok studi dari mahasiswa
teknik pertanian Instiper malakukan evaluasi kegiatan pembekalan PKL tahun 2013
terebut. Baik dari segi penyampaian materi, suasana dalam kegiatan, bahkan
sampai dalam permasalahan fasilitas kampus. Adapun hasil dari evaluasi terebut
antara lain:
1.
Penyampaian
Materi
Dari hasil
survey yang dilakukan, sekitar 6,8% menyatakan materi yang disampaikan sangat
diterima oleh peserta. 51,22% berpendapat bahwa materi yang disampaikan selama pembekalan
dapat diterima dengan baik. Sebanyak 41,37 % Mahasiswa memilih netral pada
pertanyaan ini. Jadi kesimpulannya Mahasiswa Teknik Pertanian Instiper yang
berangkat PKL tahun 2013 sangat menerima materi yang disampaikan.
Hal ini
dudukung dengan banyaknya slide, animasi dan video yang disajikan pemateri
kepada para peserta atau audience
banyak disukai. Data statistik yang kami peroleh menunjukan 24,13% sangat suka
terhadap tampilan yang diberikan selama pembekalan, dan tidak ada satu pun data
yang menunjukan ketidak puasan peserta.
Namun disisi
lain, peserta tidak setuju jika selama pembekalan didamping atau disampaikan
oleh para dosen, hal ini dipengaruhi oleh beberapa faktor salah satunya yakni
kurang fahamnya peserta dalam penyampaian materi ketika yang memberi materi
adalah dosen atau dengan kata lain merasa ada tekanan tersendiri. Tentu Susana
yang didapat dangat berbeda jika yang memberikan materi kakak tingkat sendiri,
yang setiap hari selalu berjumpa di kos maupun dikampus, serta sangat
mengenalinya dengan sangat baik. Peserta mengharapkan suasana yang pada saat
pembekalan, berbeda ketika saat proses belajar mengajar perkuliahan
berlangsung. Hal ini sejalan dengan pendapat agar pembekalan dilakukan oleh
mahaiswa yang pernah PKL sebelumnya, sekitar 44,82% sangat setuju dengan
pernyataan ini.
Kegiatan
pembekalan PKL selain didukung pemateri yang berbeda dari tahun-tahun
sebelumnya, pada pembekalan jurusan ini dilaksanakan di Fakultas Teknologi
Pertanian, peserta pembekalan sangat puas sekali dengan fasilitas yang
diberikan, baik kebersihan ruangan, dilengkapi AC, proyektor, dan suasana yang
tenang sehingga membuat peserta merasa puas terhadap fasilitas ruangan. Lebih
dari 55% peserta setuju tentang fasilitas yang diberikan. Kami ucapkan selamat
pada fasilitator kegiatan.
Ada hal yang
menarik ketika para peserta disuguhi pertanyaan mengenai evaluasi berupa ujian
setelah selesai pembekalan dengan tujuan untuk mengetahui feedback kepada pemateri. Namun sebanyak 27,85% sangat tidak setuju
tentang adanya evaluasi ini.
2.
Manfaat
Pembekalan
Pendapat
peserta pembekalan mengenai pembekalan jurusan kali ini dianggap memberikan
dampak yang berarti, peserta mendapatkan kepercayaan diri yang tinggi atau
bersemangat untuk segera melaksanakan PKL di kebun serta pabrik kelapa sawit di
seluruh penjuru Indonesia. Lebih dari 37% setuju dengan pernyataan ini, namun
sebanyak 6,8% tidak setuju. Walaupun dengan jumlah yang sangat minim, yakni
sebesar 3,4% ada juga mahasiswa yang sangat tidak setuju dengan pernyataan ini.
Kami Tim Gear Club berdoa semoga
saja responden atau peserta yang tidak setuju bahkan yang sangat tidak setuju
tersebut, diberikan kemudahan oleh Tuhan YME ketika di kebun atau di pabrik dan
diberikan semangat dalam kehidupannya. Amieenn...
Mengenai
manfaat pembekalan, sebanyak 41,37% responden atau para peserta berpendapat
bahwa, materi saat pembekalan PKL, lebih bermanfaat dan gampang dimengerti
daripada materi saat kuliah. Angka ini lebih kecil dari target yang diajukan
oleh Ketua Jurusan Teknik Pertanian, yang menargetkan pembekalan ini bermanfaat
80% bagi para peserta pembekalan.
3.
Tingkat Jenuh
Peserta dan Alokasi Waktu
Sekitar
30,31% responden merasa sedikit bosan, pada saat pembekalan. Kami mencoba
mencari penyebab yang terjadi, sehingga mengakibatkan hampir sebagian besar
jenuh selama pembekalan. Ada beberapa faktor yang menyebabkan ini terjadi
karena alokasi waktu yang terlalu panjang yakni selama 7 hari penuh dari jam 8
hingga jam 3.30 sore sehingga faktor lelah sangat menghantui peserta pembekalan
PKL kali ini. 41,37% peserta menolak jika durasi pembekalan kedepannya
ditambah.
4. Perbandingan dengan Jurusan Lain
Untuk
kesempatan kali ini, Jurusan Teknik Pertanian Instiper, menunjukan kemampuan
terbaiknya dibandingan jurusan lain yang ada di Instiper. Dipelopori dari
pemikiran mahasiswa teknik pertanian sendiri dan di dukung oleh Ketua Jurusan,
kegiatan ini dikemas sedemikian rupa dengan harapan memberikan perubahan, baik
untuk pembicara maupun peserta dan yang paling penting mengeratkan jalinan
silaturahim antar sesame mahasiswa. Peserta atau responden juga sepakat dan
banyak merasa banga dengan pembekalan kali ini. Mereka juga mengharapkan tahun
depan kemasan pembekalan lebih, lebih dan jauh lebih baik dari tahun
sebelumnya.
Pada dasarnya
ini merupakan hasil evaluasi tim Gear
Club murni di ambil dari 29 orang mahasiswa Teknik Pertanian Instiper, baik
itu minat STIK Unggulan maupun SMIP yang akan melakukan PKL, melalui questioner. Semoga berita yang
disampaikan ini, dapat memberikan manfaat bagi kita semua, dan dengan evaluasi
pembekalan ini juga dapat menjadikan perubahan maupun peningkatan untuk
pembekalan tahun berikutnya.
Posted by Rengga Arnalis Renjani
Tags :
dokumentasi
kegiatan
Kamis, 09 Mei 2013
Teknik Agar Tampil Tenang, Percaya Diri, dan Terkendali dalam Situasi Apapun
Posted by
himmateta
at
14.34
Kepercayaan diri dan
sikap menyenangkan merupakan dua hal yang seiring sejalan. Kita selalu
tertarik, kagum, dan cenderung menyukai orang-orang yang tampak terkendali dan
tenang, serta kita tidak tertarik pada orang yang selalu minder. Semoga tulisan
ini dapat membantu Anda mencapai kondisi yang optimal dalam setiap situasi dan
percakapan.
Hal pertama yang harus
diperhatikan adalah aspek fisiologis dan kecemasan. Misalnya,setelah selesai
makan banyak, mengapa kita agak merasa senang dan santai? Sebenarnya hal itu
terjadi karena kadar gula darah dalam keadaan setabil, sehingga tubuh tidak
banyak menghasilkan hormone adrenalin untuk mengimbangi fluktuasi. Hal ini
menjaga keseimbangan kadar gula darah dan membuat pikiran tenang, sehingga Anda
dapat berfikir lebih jernih.
Aspek penting lain yang
perlu diperhatikan adalah bahwa tindakan-tindakan yang memperlihatkan bahwa Anda
tenang, lebih tenang, dan santai. Jadi, dengan melakukan perilaku tertentu dan
menghindari perilaku lainnya, Anda bisa mempertahankan ketenangan dan
keseimbangan batin.
Dengan mengubah keadaan
fisiologis, Anda sebenarnya bisa mengubah kimia otak Anda. Berbagai penelitian
menunjukkan bahwa ketika tersenyum, sesungguhnya kita sedang membuat suasana
hati menjadi lebih baik. Sementara itu, kita akan tersenyum lebar jika hati
kita senang, hal ini memang benar.
Namun ada bukti kuat
yang menunjukan bahwa tindakan tersenyum itu sendiri bisa mengubah kondisi
emosi dan membuat lebih bahagia. Sebaliknya, ketika Anda mengernyitan dahi
semenit atau lebih, kondisi bisa berubah manjadi buruk. Suasana hati memang
dapat mencerminkan keadaan fisik kita, begitu juga sebaliknya. Keadaan fisik
juga dapat mengubah suasana hati. Faktor-faktor dominan mempengaruhi suasana
hati dan kondisi emosi seseorang yakni sebagai berikut:
Tersenyum,
perilaku
ini merupakan isyarat secara umum bahwa Anda adalah orang yang menyenangkan.
Sekali lagi, bebrapa penelitian menunjukkan bahwa tindakan tersenyum bisa
menenangkan diri Anda dan benar-benar membuat kita merasa lebih relax (santai).
Bernafas,
ketika
gelisah kebanyakkan orang cenderung menahan nafas. Bernafaslah dalam-dalam dan
teratur. Hal ini bisa menenangkan Anda dengan cepat dan dapat membuat lebih mudah
berfikir, bereaksi, serta berbicara dengan jelas dan percaya diri.
Posisi
Berdiri, dengan posisi berdiri, audience mengerti apakah Anda sedang grogi ataupun dalam
kepercayaan diri yang tinggi. Perhatikan posisi berdiri Anda, pastikan badan
Anda tegap menghadap ke audience dan kita boleh meniru sosok Ir.Soekarno
dengan cara berpidatonya yang sangat luar biasa bahkan dikagumi diseluruh
dunia. Posisi kaki beliau ketika berpidato sedikit membuka atau selebar bahu,
dan salah satu kaki (kiri atau kanan) maju ke depan, sedikit menyerong,
sehingga membentuk seperti jam 10. Hal ini selalu dilakukan Presiden pertama
Indoneisa, bahkan sekarang banyak dititu oleh teman-teman aktivis mahasiswa
ketika orasi di depan umum, tentu hal ini dilakukan agar membuat diri Anda
semakin santai.
Sistem syaraf pusat
terdiri atas otak dan urat syaraf tulang belakang. Anda tidak mungkin bisa
benar-benar menenangkan pikiran jika Anda tidak mengendurkan urat syaraf tulang
belakang Anda. Jika diperhatikan keadaan orang yang sedang gugup dan cemas,
tubuh mereka sering tegang dan kaku. Selain senyum dan tari nafas yang dalam,
agar meraih keberhasilan, cobalah melepaskan diri Anda dari emosi negatif dan
menenangkan diri dalam beberapa menit, setiap saat dan sesering mungkin.
Semoga Bermanfaat...
Semoga Bermanfaat...
Posted by Rengga Arnalis Renjani
Tags :
info
Rabu, 01 Mei 2013
Prinsip-prinsip Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO)
Posted by
himmateta
at
21.30
Ada tujuh prinsip ISPO yang wajib dipenuhi agar usaha di bidang
perkebunan kelapa sawit mendapatkan sertifikasi ISPO. Jika tidak, maka
tidak akan lolos.
Perkebunan Kelapa Sawit Berkelanjutan Indonesia (Indonesian Sustainable Palm Oil/ISPO)
adalah sistem usaha di bidang perkebunan kelapa sawit yang layak
ekonomi, layak sosial, dan ramah lingkungan didasarkan pada peraturan
perundangan yang berlaku di Indonesia.
Persyaratan untuk mendapatkan sertifikat ISPO meliputi kepatuhan
aspek/segi hukum, ekonomi, lingkungan, dan sosial sebagaimana diatur
peraturan perundangan yang berlaku beserta sanksi bagi mereka yang
melanggar. Setidaknya ada tujuah Prinsip dan Kriteria ISPO Perkebunan
Kelapa Sawit Berkelanjutan. Ketujuh prisip itu meliputi Sistem Perizinan
dan Manajemen Perkebunan, Penerapan Pedoman Teknis Budidaya dan
Pengolahan Kelapa Sawit, Pengelolaan dan Pemantauan Lingkungan. Selain
itu, usaha perkebunan kelapa sawit mesti memiliki tanggung Jawab
Terhadap Pekerja, tanggung Jawab Sosial dan Komunitas, Pemberdayaan
Kegiatan Ekonomi Masyarakat, dan Peningkatan Usaha Secara Berkelanjutan.
1. Sistem Perizinan dan Manajemen Perkebunan
Menyangkut perizinan dan sertifikat, pengelola perkebunan harus
memperoleh perizinan serta sertifikat tanah dari pejabat yang berwenang
kecuali kebun-kebun konversi hak barat (erfpahct). Perizinan meliputi
IUP, IUP-B, IUP-P, SPUP, ITUP, Izin/Persetujuan Prinsip.
2. Penerapan Pedoman Teknis Budidaya dan Pengolahan Kelapa Sawit.
Untuk pedoman teknis budidaya, pembukaan lahan memenuhi kaidah-kaidah
konservasi tanah dan air, konservasi terhadap sumber dan kualitas air.
Perkebunan dalam menghasilkan benih unggul bermutu harus mengacu kepada
Peraturan perundangundangan yang berlaku dan baku teknis perbenihan.
3. Pengelolaan dan Pemantauan Lingkungan
Pengelola perkebunan yang memiliki pabrik harus melaksanakan
kewajiban pengelolaan dan pemantauan lingkungan sesuai ketentuan yang
berlaku. Pengelola perkebunan harus melaksanakan kewajibannya terkait
AMDAL, UKL dan UPL sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku.
Pengelola perkebunan harus melakukan pencegahan dan penanggulangan
kebakaran. Pengelola perkebunan harus menjaga dan melestarikan keaneka
ragaman hayati pada areal yang dikelola sesuai dengan ijin usaha
perkebunannya.
4. Tanggung Jawab Terhadap Pekerja
Pengelola perkebunan wajib memiliki sistem manajemen keselamatan dan
kesehatan kerja (SMK3), Pengelola perkebunan harus memperhatikan
kesejahteraan pekerja dan meningkatkan kemampuannya. Pengelola
perkebunan tidak boleh mempekerjakan anak di bawah umur dan melakukan
diskriminasi. Pengelola perkebunan harus memfasilitasi terbentuknya
serikat pekerja dalam rangka memperjuangkan hak-hak karyawan/buruh.
Perusahaan mendorong dan memfasilitasi pembentukan koperasi pekerja.
5. Tanggung Jawab Sosial dan Komunitas
Pengelola perkebunan harus memiliki komitmen sosial, kemasyarakatan
dan Pengembangan potensi kearifan lokal. Dalam hal ini ada dua
indikator, pertama, tersedia komitmen tanggung jawab sosial dan
lingkungan kemasyarakatan sesuai dengan norma yang berlaku di masyarakat
setempat. Kedua, tersedia rekaman realisasi komitmen tanggung jawab
sosial dan lingkungan kemasyarakatan.
6. Pemberdayaan Kegiatan Ekonomi Masyarakat
Pengelola perkebunan memprioritaskan untuk memberi peluang
pembelian atau pengadaan barang dan jasa kepada masyarakat di sekitar kebun.
Tersedia Rekaman transaksi lokal termasuk pembelian lokal, penggunaan
kontraktor lokal, dll menjadi indikatornya.
7. Peningkatan Usaha Secara Berkelanjutan
Pengelola perkebunan dan pabrik harus terus menerus meningkatkan
kinerja (sosial, ekonomi dan lingkungan) dengan mengembangkan dan
mengimplementasikan rencana aksi yang mendukung peningkatan produksi
berkelanjutan. Tersedia rekaman hasil penerapan perbaikan/peningkatan
yang dilakukan merupakan indikatornya.
Posted by Rengga Arnalis Renjani
Tags :
info
Sabtu, 13 April 2013
Rahasia Terbesar dalam Kepemimpinan
Posted by
himmateta
at
15.46
Anda mungkin memiliki gagasan emas, visi yang super, dan siap
mengubah dunia. Tetapi ada satu masalah. Anda seorang pemimpin, namum
dukungan dari teman Anda tidak sebanding dengan semangat perubahan Anda.
Kepemimpinan tampak begitu mudah bagi orang yang telah menguasainya.
Kepemimpinan efektif bukan semata seni, yang merupakan sebuah ilmu.
Selama menjadi pelajar dan mahasiswa, banyak sekali hal positif yang
saya dapatkan selama mempimpin kelembagaan di sekolah dan kini di
kampus, agar ilmu yang positif ini tidak basi dan saya merasa berdosa
jika pengalaman positif ini tidak saya sampaikan pada teman, adik
tingkat (junior) dan orang lain. Oleh karena itu pada kesempatan ini
saya akan membagi kunci dasar mengubah seseorang yang biasa menjadi
pemimin yang kharismatik, berpengeruh, dan diidamkan dalam sebuah
catatan kecil ini.
Bukan untuk mengajarkan, tapi hanya sekedar berbagi dan
sebenarnya pengalaman itu bukan guru terbaik untuk kita. Kita harus
merasakan kesengsaraan dulu untuk meraih hal yang cerah, kita harus
sakit dulu untuk merasakan sehat. Jadi pengalaman itu bukan guru yang
“terbaik” namun hanya sekedar “baik” saja. Guru yang terbaik untuk saya
adalah “melihat pengalaman buruk seseorang untuk dijadikan sebagai
rambu, agar Anda tidak melakukan hal yang sama (buruk). Kemudian melihat
pengalaman positif orang lain, untuk Anda dijadikan strategi lain
(alternatif) dalam memimpin, selain strategi pribadi (prinsip) Anda
sebagai pemimpin.
Ada beberapa faktor yang menentukan dinamika kepemimpinan efektif.
Faktor-faktor itu dapat dihimpun menjadi dua kategori utama: Kepribadian
Pemimpin dan Mekanisme Kepemimpinan.
A. Kepribadian Pemimpin
1. Identifikasi
Kepemimpinan efektif berarti berpikir menurut sudut pandang orang
lain. Anda bisa memotivasi membaca hasrat, kebutuhan, dan keinginan
mereka. Tetapi sebelum Anda memotivasi rekan kerja Anda, perlu di ingat “orang tidak peduli dengan apa yang Anda ketahui, sebelum mereka mengetahui apa yang Anda pedulikan”.
Mereka bisa merasakan apakah perkataan Anda sesuai dengan perbuatan
Anda atau tidak, dan Anda tidak akan bisa memimpin kecuali Anda
benar-benar dipercaya.
Sebuah buku klasik Tao-te Ching karya Lao-tzu, ada sebuah pembahasan cemerlang mengenai kepemimpinan: “Pemimpin yang besar meraih kepercayaan dan dukungan rakyat, melalui kelekatan (akrab) identifikasi dirinya dengan mereka. Apa yang menjadi kepentingan rakyat, juga menjadi kepentingannya” (Wing, 1986).
Untuk mendapatkan identifikasi, Anda tidak boleh menjauhkan diri Anda
dari khalayak, tetapi jadilah salah satu bagian dari mereka.
2. Kerendahan Hati
Kehadiran Anda untuk rakyat tidaklah cukup, Anda juga harus menjadi
bagian dari mereka. Tidak berlawanan dengan apa yang sering diyakini
orang, ego tidak membuat seseorang menjadi pemimpin besar. Untuk
membuktikan bahwa kerendahan hati dapat melahirkan para pengikut,
lihatlah para pemimpin seperti Mahatma Gandhi atau Martin Luther King,
Jr. Juga dalam buku klasik Tao-te Ching mengatakan, “ketika
ucapan dan tindakan seorang pemimpin menunjukkan dengan jelas bahwa dia
tidak merasa lebih tinggi dari orang-orang yang dipimpinnya, rakyat akan
melihat dari mereka ada padanya dan tidak akan pernah bosan kepadanya” (Wing, 1986). Konon,
pemimpin terbaik adalah pemimipin yang diserahi kepercayaan untuk
memimpin, bukan pemimpin yang memerintah berkat kerja kerasnya dalam
meraih kekuasaan. Saran Saya, jangan menempatkan diri Anda sebagai orang
terbaik, tapi tempatkanlah diri Anda sebagai orang yang lebih bersedia memimpin daripada yang lain dan sebagai orang yang siap melakukan segala hal yang pasti.
3. Gaya
Alat paling efektif dalam memengaruhi dan memimpin bisa diringkas ke dalam satu kata “kesederhanaan”. Tak seorang pun suka atau cenderung mengikuti aturan yang rumit atau semeraut. Kembali mengutip dalam Tao-te Ching “Pemimpin
yang menerapkan atauran rumit kepada rakyatnya akan mendorong timbulnya
reaksi sosial yang melemahkan struktur pemerintahannya, karena aturan
yang kaku atau rumit menimbulkan kerancuan di kalangan rakyat dan memicu
berbagai tanggapan menyimpang dari mereka. Sebaliknya, jika seorang
pemimpin menjalankan pemerintahannya dengan sederhana dan gamblang,
penyimpangan atau permasalahan di kalangan rakyat dapat diredam” (Wing, 1986).
Perjelas dan rapikanlah atau rancang secara matang rencana Anda
ketika Anda berusaha meyakinkan orang agar mengikuti cara berfikir Anda.
Jika gagasan Anda kacau, banyak keganjilan, dan multifokus, Anda pasti
tidak mampu memikat dan karenanya, tidak menarik dukungan mereka. Gagasan Anda harus jelas, sederhana, di dalam kondisi yang tepat, dan tidak bersikap kaku. Jika Anda tampak keras kepala, Anda dianggap tidak rasional. Bersikap luweslah, tetapi terhadap sesuatu hal yang masuk akal.
4. Pengaruh Pribadi
Sekarang Anda telah mengetahui strategi efektif dalam kepemimpinan,
tetapi seperti lazimnya para pemimpin handal, Anda terkadang harus mampu
memengaruhi para anggota untuk mendapatkan kerja sama mereka. Jadi mari
kita melanjutkan pada pembahasan tentang cara menampilkan diri sebagai
pribadi dan sebagai pemimpin.
Ada beberapa rambu penting yang harus diperhatikan oleh seorang pemimpin yang bertanggung jawab dan terpercaya.
Pertama, jangan pernah mencampur-adukan antara
ambisi pribadi dengan otoritas. Jangan terlalu emosional. Emosi
mengandung amibisi pribadi, yang sekalipun tidak buruk, tidak membuat
Anda tampak percaya diri atau otoriatif. Pemimpin yang terlalu ambisius dapat saja memperoleh kepercayaan tetapi tidak akan mendapatkan pengikut.
Kedua, jangan pernah memekik atau mengencangkan
suara Anda kepada siapapun. Jika Anda tidak bisa mengendalikan diri Anda
sendiri, bagaimana Anda bisa mengendalikan orang lain. Jika Anda tidak
bisa tidak bisa mengendalikan orang lain, mereka tidak memiliki alasan
untuk mendengarkan Anda.
Ketiga, menghormati orang lain. Para pemimpin besar
tidak berusaha membujuk orang supaya memercayai mereka, melainkan
menunjukkan kepada mereka cara untuk mempercayai diri mereka sendiri.Terakhir, berbagai penelitian menunjukkan bahwa ketika dua orang atau dua tim bekerja sama untuk satu tujuan, ketegangan di antara keduanya akan berkurang. Ketika muncul perselisihan atau keretakan hubungan, mereka akan mengalihkan perhatian mereka pada lawan bersama mereka. Oleh sebab itu organisasi bertujuan untuk menyatukan orang-orang yang menginginkan satu tujan yang sama. Oleh sebab itu, bekerjalah secara terorganisir, kompak dan pastikan satu suara (komando).
B. Mekanisme Kepemimpinan
Setelah Anda memperoleh simpati dan dukungan orang banyak, Anda masih
harus mendapatkan komitmen bulat dengan menerapkan beberapa teknik
psikologis. Unsur yang paling penting dalam kepemimpinan adalah
mengetahui cara dan waktu yang tepat meminta masukan. Keberhasilan dan
kegagalan para pemimpin sering kali ditentukan oleh cara mereka dalam
melakukan hal ini.
Lantas timbullah sebuah pertanyaan, tingkat patisiapsi seperti apakah
yang ideal dalam kepemimpinan? Haruskah mengelolanya dengan sistem
demokrasi ataukah dengan sistem monarki? Menurut beberpa penelitian,
jika seorang pemimpin tidak memerlukan dukungan para pengikutanya dan
bisa membuat keputusan dengan keahliannya sendiri, dia tidak harus
meminta bantuan. Namun, jika dia benar-benar membutuhkan dukungan
rakyat, maka dia harus memintanya. Gaya kepemimpingan seseorang harus
luwes sehingga dia dapat menggurangi berbagai perbedaan situasi ini.
Dari beberapa hal diatas, dapat disimpulkan dalam beberapa strategi berikut:- Para pemimpin meraih kepercayaan dan dukungan rakyat melalui identifikasi mereka dengan rakyatnya. Jangan menjauhkan diri dari khalayak, tetapi jadilah salah seorang di antara khalayak ramai.
- Rendah hati merupakan salah satu karakter paling berpengaruh dalam kepemimpinan efektif. Ego yang kuat akan menciptakan dinding penghalang antara pemimpin dan pengikutnya.
- Visi Anda harus jelas, sederhana, dan terorganisasi. Tidak seorang pun suka atau cenderung mengikuti aturan yang rumit dan semrawut.
- Jangan mencampur-adukkan antara ambisi pribadi dan otoriras. Pemimpin yang terlalu ambisius bisa saja mendapatkan kepercayaan tetapi tidak akan mendapatkan pengikut.
- Pahamilah mekanisme kepemimpinan dan waktu terbaik untuk meminta masukan atau memberikan perintah.
Semoga hal ini bermanfaat bagi Anda, trimakasih…
Posted by Rengga Arnalis Renjani
Tags :
info


